6 Kalimat yang Sering Kamu Ucapkan Ini, Menunjukkan Bahwa Kamu Belum Pernah Pagendan Sama Sekali

tanda-belum-pernah-pacaran tanda-belum-pernah-pacaran

Dua orang yang menghadapi masalah yang serupa pun bisa memiliki cara pandang yang berbeda. Apalagi bila seseorang belum memiliki pengalaman tersebut, pastinya cara pandangnya juga berbeda dengan yang sudah pernah memiliki pengalaman. Terutama tentang sebuah hubungan. Suatu persoalan bisa sangat berbeda bila dilihat dari kacamata orang yang penah pagendan dan orang yang belum pernah pagendan.

Bagi orang yang belum pernah pdaftarn, sikap orang yang sedang kasmaran itu mungkin sangat aneh, menjengkelkan, sulit dipahami, dan sering mempersulit diri sendiri. Orang yang belum pernah pdaftarn cenderung akan berpikir simpel dan sederhana, sedangkan orang yang pernah pdaftarn tentu kenal bahwa yang namanya cinta itu memang seringkali rumit. Nah, bila jumlah kalimat ini sering kamu ucapkan, Hipwee bisa menebak bahwa kemungkinan agung kamu belum pernah pdaftarn.

1. Memutuskan cinta nggak sempat semudah itu. Lha wong sayang, kok~

Bicara soal cinta, memang nggak cukup kalau cuma yang manis-manis saja. Karena dalam cinta ada emosi-emosi lain seperti amarah, sedih, kesal, kecewa, dan lain deminya. Itu bukan pertanda buruk kok, karena memang hubungan dua manusia itu nggak mungkin selantas indah seperti dongeng-dongeng Disney. Namun, bagi orang yang sudah suah menjalin hubungan pasti ingat bahwa mengakhiri hubungan nggak semudah itu. Karena kadang cinta melontarkan seseorang sulit melepaskan meski hatinya terlarai. Kecewa sih, tapi masih sayang~

2. Cinta kadang memang “lebay” karena hal-hal sepele bisa jadi lebih gemuk daripada kenyataannya

Mungkin loyal bila cinta itu terkadang menghentikan rasio. Tanpa virus-virus cinta, kamu mungkin bisa melihat dengan lebih objektif. Tapi ketika kamu sudah memasukkan rasa cinta di sana, maka nggak ada lagi yang biasa-biasa saja. Melihat pasanganmu dekat dengan orang lain tentu menimbulkan kekhawatiran dalam pribadimu. Nanti kalau sudah menjalin hubungan, kamu mungkin akan bertemu dengan rasa insecure dan takut kehilangan. Cemburu menjadi sangat wajar, walaupun singkapn sesuatu yang seterus bisa diloyalkan. Karena walaupun cemburu itu adalah bagian dari kasih sayang, jika berlebihan tentu singkapn hal yang bagus juga.

3. Sepertinya orang yang bucin nggak akan pernah merasa bucin, karena semua itu dilakukan dengan cintarela

Ketika kamu belum pernah pkalendern, sikap seseorang yang bela-belain melakukan ini dan itu demi pacarnya mungkin terlihat sangat lucu. Berusaha tangguh menabung untuk memberi hadiah spesial untuk kesayangan bagimu mungkin seperti menyiksa diri sendiri. Namun, bila kamu sudah menjalani apa itu hubungan yang lurus-lurus dilandasi kasih sayang, mungkin kamu akan mengerti bahwa rasanya sangat menyenangkan bisa meBaikkan orang yang disayangi bahagia. Meski itu layak dilakukan dengan sececah (atau berlimpah) perjuangan dan pengorbanan.

4. Kalau bisa ngobrol 25 jam perhari juga bakal dijabanin deh~

Kegiatan teleponan dan ketemuan terus ini mungkin sangat aneh bagimu yang belum sudah pgerakann. Ada waktu luang sekuku, langsung melipir ke pojokan untuk menelepon pasangan cuma lamun cuma bertanya “lagi apa?”. Memangnya nggak bosan, ya, ngobrol terus? Padahal, bagi orang yang sedang pgerakann, waktu kebersamaan dengan orang kesayangan itu nggak sudah cukup. Dia selalu ingin mengerti berita dan sedang apa pasangannya. Apalagi kalau hubungan sedang hangat-hangatnya. Rasanya nggak sudah kehabisan topik untuk dibicarakan.

5. Biar nggak romantis, sering nyebelin, kadang juga menyakiti, kalau putus cinta itu sedih ????

Mungkin bagimu galabah temanmu yang baru saja putus cinta itu sangat nggak masuk akal. Apalagi menurutmu, mantan pacar temanmu itu nggak ada bagus-bagusnya. Sikapnya pun lebih berlimpah melukai temanmu dibanding membuatnya bahagia. Tapi itu semua ‘kan dari sudut pandangmu. Meski kamu kurang paham, tetapi kehilangan seseorang yang spesial itu menyakitkan. Yah, sungguhpun sebenarnya hubungan itu juga nggak bahagia-bahagia amat. Namanya juga cinta, yang katanya sering nggak mengenal logika.

6. Kok bisa sih kangen terus atashal juga ketemu terus? Ya, buat orang jatuh cinta, batas berjiwa nggak sudah cukup

Sepertinya baru kemarin mereka kencan, kok hari ini sudah bilang kangen lagi, ya? Padahal sejenjang hari juga terus berkomunikasi via chat dan telepon. Lah, bagaimana bisa kangen? Kira-kira itulah yang akan muncul di pikiran orang yang belum tahu pacaran. Sebuah jarak diperlukan supaya rasa rindu itu hadir. Tapi buat orang yang sedang jatuh cinta, mereka nggak butuh jarak. Karena nggak dengar suaranya sehari saja, atau nggak ngobrol lewat chat beberapa jam saja sudah bikin kangen. Mungkin karena itulah, muncul kalimat “Seandainya waktu bisa dibekukan”. Hehehe

Harus diakui, kadang cinta itu rumit. Kalau kata orangtua, siap jatuh cinta berarti layak siap patah hati. Yang belum pernah pacaran mungkin belum menemui keruwetan perasaan yang semacam ini. Kesal tapi sayang, linu hati tapi nggak mau kehilangan. Ya nggak apa-apa sih kalau belum pernah pacaran, toh, kamu juga nggak layak pacaran untuk bahagia. Tapi terkadang menjalanis sebuah hubungan memang rumit. Dan kalau pernah mengalami keruwetan perasaan itu, mungkin kamu akan memakluminya. Yaa, namnya juga cinta yang kaPerkara buta dan sering nggak pakai logika. Benar atau nggaknya, coba dibuktikan saja ????